Monday, July 11, 2011

Astronomi


1) Ekuator langit
adalah suatu lingkaran besar semu yang merupakan perpotongan perpanjangan bidang ekuator bumi pada bola langit.




2) 2) Lingkaran ekliptika
adalah lingkaran semu yang membentuk sudut 23.5o terhadap ekuator langit. Perpotongan pertama pada tanggal 21 Maret saat matahari bergerak dari selatan ke arah utara pada titik Aries (vernal equinox), dan perpotongan kedua pada saat matahari bergerak dari utara ke arah selatan tanggal 21 September  pada titik musim gugur (autumnal equinox).
Dalam lingkaran ini Matahari nampak bergeser dari barat ke arah timur. Menurut Hipparcus (seorang peneliti astronomi), matahari mempunyai keterlambatan 36” setahun dalam mencapai posisi titik aries (vernal ekuinox).

3) Titik Aries/vernal equinox
merupakan salah satu titik perpotongan antara bidang ekliptika dan ekuator langit, tempat matahari berada pada tanggal 21 Maret (lihat gambar II.1). Jika diasumsikan dengan memperbandingkan kedudukan bintang Aries tersebut terhadap vernal equinox, maka kedudukan vernal equinox di bintang Aries terjadi pada 22 abad yang lalu.  Menurut penelitian keterlambatan matahari pada lingkaran ekliptika sebesar  50” setiap 3 tahun, ini berarti matahari berada di titik Aries kembali pada tanggal 21 Maret selama 25600 tahun sekali.

4) Ecliptic Longitude = Bujur Astronomis
adalah jarak Matahari dari titik Aries (Vernal Equinox), diukur sepanjang lingkaran Ekliptika. Jika nilai Bujur Astronomis Matahari sama dengan nilai Bujur Astromonis Bulan, maka terjadi Ijtimak/Konjungsi. Data ini diperlukan antara lain dalam penentuan Awal bulan Qomariyah dan gerhana.

5) Ecliptic Latitude = Lintang Astronomis
Data ini adalah jarak pusat Matahari dari Lingkaran Ekliptika. Sebetulnya Ekliptika sendiri adalah lingkaran yang ditempuh oleh gerak semu Matahari secara tahunan. Oleh karena itu Matahari selalu berada di lingkaran Ekliptika. Namun oleh karena gerakannya tidak sama persis, maka ada sedikit pergerseran. Keadaan seperti itu dapat kita lihat dari nilai Ecliptic Latitude yang selalu mendekati nol. Data ini diperlukan antara ain untuk keperluan gerhana.

6) Right Ascension/RA (α) = Asensio Rekta = Panjatan Tegak
   adalah jarak sudut benda langit dari titik Aries (titik domba/vernal equinox), diukur ke arah timur sepanjang lingkaran ekuator langit (lihat gambar II.1).
RA bisa dibandingkan dengan garis bujur, diukur dari titik nolnya yang berada di titik vernal equinox. RA diukur dalam jam, menit, dan detik; di mana 1 jam = 15o busur.

7) Local Hour Angle/ LHA (t) = sudut jam
   adalah besaran sudut pada meredian bola langit dihitung dari titik kulminasi atas ke arah barat, atau sudut yang diukur ke arah barat dari perpotongan lingkaran ekuator dengan lingkaran meridian (lihat gambar II.1).
Sudut Jam dinyatakan dalam besaran derajat atau jam, dimana 1 jam = 15o busur.

8) Deklinasi (d)
adalah besar simpangan sudut benda langit pada bola langit terhadap ekuator (lihat gambar II.1). Deklinasi bisa dibandingkan dengan garis lintang yang diproyeksikan ke bola langit. Sebuah obyek di utara ekuator mempunyai deklinasi positif (+), dan sebaliknya obyek di selatan ekuator mempunyai deklinasi negatif (-).

9) Tinggi Benda Langit (h)

adalah tinggi (besar sudut) yang dihitung dari bidang horizontal (cakrawala) terhadap posisi benda langit (besar sudut COR pada gambar II.1). Tinggi benda langit bertanda positif (+) apabila berada di atas ufuk (horizon), demikian pula sebaliknya.

10) Azimuth (Az)
adalah besar sudut pada lingkaran horison yang ditarik dari titik utara (true north) ke arah timur dan  seterusnya  sampai  mencapai  titik  proyeksi benda langit tersebut,  besarnya  mulai  dari 0 - 360° (Gambar II.1, NESWC).

11) Zenith dan Nadir
Zenith adalah titik di angkasa yang berada persis di atas pengamat (titik Z pada gambar II.1). Posisi zenith di angkasa tergantung pada arah gaya gravitasi bumi di tempat pengamat berada. Jarak angular antara zenith ke benda langit (celestial body) disebut jarak zenith. Titik nadir adalah lawan dari zenith yaitu suatu titik di angkasa yang berada persis di bawah pengamat (titik X pada gambar II.1).

12) Astronomical Unit (AU)
adalah satuan yang menyatakan jarak rata-rata matahari dari bumi, yaitu                     + 149.598.000 km. Karena bidang revolusi bumi yang membentuk ellips, maka suatu saat akan ada jarak terdekat matahari dari bumi (perihelion) yaitu + 147.000.000 km dan ada jarak terjauh matahari dari bumi (aphelion) yaitu + 152.000.000 km.

13) Horizon Parallax (HP)
Parallax  adalah sudut antara garis yang ditarik dari benda langit ke titik pusat bumi dan garis yang ditarik dari benda langit kearah mata si pengamat (observer). Sedangkan Horizon Parallax dalam penentuan koreksi untuk ketinggian Hilal adalah parallax dari bulan yang sedang berada persis di garis ufuq (bidang horizon). Nilai HP berubah-ubah tergantung jarak benda langit itu dari garis ufuq (horizon), semakin mendekati titik Zenith (semakin tinggi benda langit) nilai parallax semakin kecil.



14) Fraction Illumination (Fraksi Illuminasi)
adalah besar atau luas piringan bulan yang menerima sinar matahari  yang tampak dari bumi. Jika seluruh piringan bulan yang menerima sinar matahari terlihat dari bumi, maka bentuknya akan berupa bulatan penuh. Dalam keadaan seperti ini nilai fraksi iluminasi bulan adalah 1 (satu), yaitu persis pada saat puncaknya bulan purnama.
Sedangkan saat terjadi gerhana matahari total (saat bumi, bulan dan matahari berada persis pada satu garis lurus), nilai Fraksi iluminasi  bulan adalah nol. Setelah bulan purnama, fraksi iluminasi akan semakin mengecil sampai pada nilai terkecil yaitu saat ijtimak dan setelah itu nilai fraksi iluminasi akan membesar kembali sampai nilai satu saat bulan purnama. Dengan demikian data fraksi iluminasi dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui kapan terjadinya ijtimak dan kapan bulan purnama.

15) Semi Diameter  (jari-jari piringan bulan/matahari)
   yaitu jarak antara titik pusat bulan/matahari dengan piringan luarnya.

16) Refraksi (Refraction)
   yaitu perbedaan antara tinggi suatu benda langit yang sebenarnya dengan tinggi benda langit itu yang dilihat sebagai adanya pembiasan sinar/cahaya bulan/matahari.
   Refraksi terjadi karena sinar yang datang sampai ke mata kita telah melalui lapisan-lapisan atmosfer, sehingga sinar yang datang itu mengalami pembengkokan, padahal yang kita lihat adalah arah lurus pada sinar yang ditangkap mata kita.



17) Waktu Sideris (Sidereal Time) dan Sinodis
Dalam satu tahun bumi berotasi 366,2422 kali namun bagi pengamat di muka bumi yang tetap akan melihat matahari melintas 365,2422 kali.Dengan perbandingan itu dan karena satu hari matahari adalah 24 jam maka panjang satu hari sideris adalah 86164,09 detik, atau 23 jam 56 menit 4,09 detik.
Satu kali penuh revolusi bulan memerlukan waktu rata-rata 27 hari 7 jam 43 menit 12 detik. Periode ini disebut satu bulan sideris, dimana bulan telah menempuh satu lingkaran penuh. Revolusi bulan ini dijadikan dasar perhitungan bulan qamariyah. Tetapi waktu yang dipergunakan adalah satu bulan sinodis yang lamanya rata-rata 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik, dimana bulan kembali ke posisi tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi.


18) Ijtimak (Konjungsi)
   yaitu peristiwa dimana matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Jika terjadi pada satu garis lurus maka akan menjadi gerhana matahari. Saat ijtimak ini dijadikan dasar perhitungan penentuan awal bulan qomariah. Untuk mengetahui kapan terjadinya ijtimak dapat dilihat pada The Astronomical Almanac (hal A : New moon) atau menggunakan program Mawaaqit 2001 atau MICA Version 2.0.

19) Hilal
   adalah penampakan bulan sabit dengan mata telanjang yang paling awal terlihat sesudah matahari terbenam setelah saat konjungsi (ijtimak)  pada awal qomariah,  dan sabit bulan menghadap ke arah timur.

20) Hisab
   adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan sabit (hilal), dalam penentuan dimulainya awal bulan Qamariah pada Kalender Hijriyah.
Hisab harus dilakukan sebelum pelaksanaan rukyat (pengamatan). Salah satu output hisab adalah penentuan kapan waktu ijtimak (bulan baru), atau disebut juga konjungsi.

21) Rukyat
   adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni kenampakan bulan sabit yang pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi) pada saat matahari terbenam di suatu tempat. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop, theodolit dan lainnya. Apabila hilal terlihat pada sore itu, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah dianggap memasuki tanggal satu bulan baru qamariah untuk tahun Hijriyah.


sumber: BMKG

biografiku


Nama                : Fajar Rachmadi Priyambada
TTL                  : Madiun, 13 maret 1992
Nama Bapak      : Puguh Widodo
Nama Ibu          : Heni kushartini
Alamat ortu       : Tenggulunan, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo
Alamat              : Bintaro, Tangerang Selatan
Hobby              : Main Musik, dan baca buku
Riwayat Pendidikan : 1. TK Dharma Wanita Tenggulunan (1997-1998)
                                2. SD Tenggulunan 1 (1998-2004)
                                3. SMPN 1 Candi (2004-2007)
                                4. SMAN 1 Gedangan (2007-2010)
                                5. Akademi Meteorologi dan Geofisika jur Geofisika 

sekilas tentang aku :
                  Saat itu setiap muslim sedang melaksanakan makan sahur ketika seorang wanita hamil merasakan kesakitan yang sangat kuat. Seluruh keluarga mengantar langsung dia ke bidan di daerah dekat Stadion wilis, Kota Madiun. Menurut Bidan, ternyata wanita itu akan melahirkan seorang janin.Bidan tersebut sudah cukup baik mengenal keluarga itu, karena bidan itu juga yang membantu ketika kelahiran wanita tersebut. Tak perlu waktu lama, saat adzan shubuh berkumandang lahirlah seorang bayi laki-laki yang sehat dengan berat 3,4 Kg. Bayi itu tak lain adalah saya sendiri dan wanita itu adalah ibu saya.
                Bapak saya memberi saya nama “Fajar Rachmadi Priyambada”, yang berarti FAJAR : Pagi, RACHMADI  berasal dari kata Rahmadan atau bulan penuh berkah di dalam ISLAM, dan PRIYAMBADA berasal dari nama tokoh pewayangan Bambang Priyambada yang tidak lain adalah seorang ksatria yang selalu menumpas kejahatan. Jadi arti keseluruhan yaitu ksatria yang lahir pagi hari di bulan Rahmadan.
                Saya dilahirkan di kota Madiun  tanggal 13 Maret 1992 atau sekitar minggu pertama bulan Rahmadan. Saya lahir dari pasangan Puguh Widodo dan Heni Kushartini. Saya lahir di keluarga sederhana, namun saya bersyukur karena dilahirkan di keluarga yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Sejak kecil saya di keluarga saya mendapat panggilan Didik, namun teman-teman saya memanggil saya dengan panggilan FAJAR. Sejak lahir hingga umur 3 tahun saya tinggal di Madiun, namun tahun 1995 saya dan keluarga pindah ke Sidoarjo karena Bapak saya dapat panggilan kerja di sebuah pabrik disana.
                Di Sidoarjo kami hidup secara nomaden alias berpindah-pindah karena kami hidup dengan mengontrak rumah sehingga saat masa sewa habis kami harus cari lokasi yang lain. Akhirnya tahun 1997 saya harus masuk ke bangku Sekolah. Awalnya saya ingin langsung kelas 1 SD, tapi karena umur saya masih terlalu muda akhirnya saya harus TK. Di TK saya hanya 1 tahun, setelah itu saya masuk ke SD. Setelah lulus SD, saya melanjutkan ke SMPN 1 Candi, smp ini merupakan salah satu SMP favorit di Sidoarjo. Setelah Tiga tahun di SMPN 1 Candi, saya melanjutkan ke SMAN 1 Gedangan. Meskipun bukan termasuk sekolah favorit karena termasuk sekolah yang pelosok, namun saya beryukur karena disini saya punya banyak teman yang memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan siswa-siswa di SMA favorit. Pengalaman Organisasi saya di SMA ini sangat banyak, mulai dari Paskibra Sekolah (menjabat Wadansat/ Wakil Komandan Satuan), hingga OSIS SMA (Sie Kehidupan Berbangsa dan Bernegara). Lulus dari SMA, saya melanjutkan ke AMG (Akademi Meteorologi dan Geofisika) di jurusan Geofisika.
                Sejak kecil saya suka sekali bermain musik, bahkan sampai saat ini saya tak bisa jauh dari musik. Waktu SD saya sering di ajak manggung bapak saya dengan bermain musik gamelan, tapi ketika SMP saya jadi kurang latihan gamelan karena kegiatan saya yang sangat banyak di sekolah. Namun saya tetap berusaha bermain musik, kali ini saya suka bermain gitar hingga saya dengan teman-teman membentuk grup Band.  Sampai saat ini saya selalu sempatkan bermain musik di sela-sela kesibukan saya.
                Demikian biografi singkat riwayat hidup saya hingga saat ini.